KEKUATAN KASIH
Kekuatan kasih? Sebenarnya apa
kekuatan kasih? Bagaimana kekuatan kasih dapat mempersatukan? Apakah ia
memiliki kekuatan seperti Superhero? Atau kekuatan seperti bom atom, yang
menghancurkan kota Hiroshima dan Nagasaki?
Kita
hidup di dunia dengan banyak perbedaan. Perbedaan suku, bangsa, warna kulit dan
latar kehidupan yang beragam. Sedangkan saudara kembar saja, masih memiliki. Namun,
manusia masih dapat saling hidup rukun, mengayomi, serta berbagi satu sama lain
tanpa memandang latar belakang mereka. Bagaimana mungkin? Semuanya karena
dilandaskan kekuatan kasih.
Pada
dasarnya, kehidupan di dunia tidak lepas dari permasalahan, bahkan hingga kita
telah berada dalam tanah. Permasalahan dapat seperti persahabatan yang hancur,
atau kisah asmara yang sangat romantis
tiba – tiba putus begitu saja, dan juga perselisihan rumah tangga yang berakhir
di meja hijau. Kita tidak dapat menampik semua hal buruk itu terjadi, tetapi kita dapat mencegahnya. Mencegahnya dengan
menggunakan kekuatan kasih. Misalnya, ketika kita berselisih pendapat, kita
dapat mengalah dan menerima tanggapan orang lain. Hal itu merupakan salah satu
bentuk kasih. Bentuk kasih lainnya, kita dapat menolong orang lain, atau menjaga
kerukunan dengan agama yang berbeda. Bahkan memaafkan musuh, merupakan bentuk
kasih yang diinginkan Tuhan. Tertuang dalam Matius
5 : 44 “Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi
mereka yang menganiaya kamu.”
Lalu? Apakah kasih ada karena begitu
banyaknya perbedaan? Atau karena permasalahan dalam hidup ini?
Kasih adalah anugerah terbesar yang
diberikan Tuhan kepada manusia. Kita dibersatukan bukan karena perbedaan. Ia
memberi kasih, bukan karena permasalahan dalam hidup manusia. Tetapi karena
Kristus sendiri telah datang sebagai sumber kekuatan kasih di antara kita. Ia
adalah unsur yang mempersatukan segala perbedaan, dengan bukti pengorbananNya
di kayu salib. Ketika Ia mengorbankan nyawaNya, itulah bukti sumber kasihNya. Kita
ditebus dari dosa dan dapat menjadi manusia baru. Sehingga, sebagai orang
pilihan Allah yang dikasihaniNya, kita harus mengasihi Allah dan sesama kita.
Seringkali kita mengatakan bahwa
kita mengasihi Tuhan, Allah kita, namun kita tidak sadar bahwa, kita tidak
mengasihi sesama kita. Jika dipikir secara logika, bagaimana mungkin manusia mengasihi
Allah, yang tidak terlihat, sedangkan kita sendiri tidak mau mengasihi sesama
manusia, yang jelas terlihat nyata di kehidupan kita. Tanpa kita sadari, kita
selalu bernyanyi, ikut pelayanan, dan aktif dalam organisasi kekristenan,
tetapi kita tidak mau mengasihi sesama kita. Justru kita masih sering membenci,
menceritakan keburukan musuh kita pada orang lain. Kita merasa bahwa hidup kita
hanya cukup dengan menyenangkan hati Tuhan, tanpa perlu mengasihi saudara kita.
Inilah pemikiran manusia yang salah terhadap kasih. Seharusnya, kita mengasihi
sesama terlebih dahulu, barulah kita mengasihi Tuhan Allah kita.
Mengapa demikian?
Karena sesungguhnya, kasih yang kita
berikan kepada sesama adalah bukti kita telah menerima Tuhan sebagai juruselamat,
melalui pengorbananNya di kayu salib. Jadi, masihkah kita mengatakan mangasihi
Tuhan, tetapi membenci saudara kita?
Lalu
bagaimana caranya mengasihi, sesama terlebih musuh kita?
Banyak cara untuk mengasihi dan menunjukkan kekuatan kasih terlebih kepada musuh kita. Di dalam alkitab, tertuang cara agar kita hidup menjadi manusia yang dapat saling mengasihi.
Banyak cara untuk mengasihi dan menunjukkan kekuatan kasih terlebih kepada musuh kita. Di dalam alkitab, tertuang cara agar kita hidup menjadi manusia yang dapat saling mengasihi.
1. Tidak
Membuat Perbedaan (Galatia 5 : 6)
Pada
ayat ini dikatakan, bahwa kita adalah satu dalam Kristus yang telah ditebus.
Tidak ada lagi perbedaan antara orang bersunat dan tak bersunat, atau perbedaan
status sosial di dalam masyarakat (terjajah atau merdeka). Manusia yang telah
menerima penebusan dalam hidupnya tidak akan membedakan sesama. Seperti Tuhan
telah mempersatukan kita dengan penebusanNya di kayu salib. Sehingga segala
perbedaan tidak akan ada lagi. Jadi, siapa yang membeda-bedakan sesamanya,
berarti ia belum menerima penebusan Kristus dalam hidupnya.
2. Saling
Memaafkan (Matius 5 : 44)
Sifat
teladan Tuhan adalah memaafkan dan mengampuni manusia berdosa. Ini adalah
teladan Tuhan yang sangat sulit dilakukan manusia. Dalam ayat ini, kita diajarkan
untuk mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Sebab kasih Tuhan adalah bukti
pengampunanNya pada manusia. Lalu apalagi yang kita tunggu? Tuhan saja yang
menciptakan manusia masih mau mengampuni, mengapa kita tidak?
3. Menyebarkan
kasih (Kolose 3 : 12)
Dalam ayat ini
dikatakan “Karena itu, sebagai
orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas
kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.” Pesan
dalam ayat ini mengatakan bahwa kita harus mengaplikasikannya dalam hidupkita
sebagai manusia yang telah tertebus di dalam kristus. Menerima saran dan
memberi saran pada orang lain adalah salah satu bentuk kasih dari orang yang
telah tertebus. Saat kita memberi nasihat itu berarti kita mempunyai rasa
peduli kepada sesama, sedangkan saat kita mau menerima nasihat dari orang lain
berarti kita memiliki sifat kerendahan hati untuk menerima saran atau masukan
dari orang lain.
4. Hidup
Bersyukur (Kolose 3:17)
Bersyukur
dalam kehidupan adalah menerima keadaan dengan hati yang bersukacita ketika
kita menerima berkat maupun dalam pencobaan. Di saat kita bersyukur, berarti
kita masih merasakan kasih yang diberikan oleh Tuhan dalam kehidupan kita.
Bahkan saat pencobaan datang dan kita masih mampu bersyukur, itu menunjukkan rasa
kasih yang diberikan Tuhan tidak berkesudahan.
5. Menjadi
Berkat Bagi Sesama (1 Korintus 13 : 3)
Ketika
melakukan sesuatu, tanpa kita sadari, apa yang kita lakukan sia – sia dan tidak
bermanfaat. Namun apabila kita melakukan
sesuatu dengan mempunyai kasih dalam diri kita, maka kita akan merasakan manfaat dari apa
yang kita lakukan. Apapun yang kita
lakukan bukan hanya untuk diri kita sendiri tetapi juga menjadi manfaat dan
berkat bagi orang lain.
Marilah kita saling mengasihi sesama
kita, meskipun banyak perbedaan. Karena kita telah ditebus menjadi satu dalam
Kristus dan kekuatan kasih Kristus, sungguh menyatukan yang berbeda.
Kekuatan kasih menunjukkan bahwa kita telah menerima penebusan Yesus Kristus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar