Senin, 03 November 2014

Artikel

KEKUATAN KASIH
            Kekuatan kasih? Sebenarnya apa kekuatan kasih? Bagaimana kekuatan kasih dapat mempersatukan? Apakah ia memiliki kekuatan seperti Superhero? Atau kekuatan seperti bom atom, yang menghancurkan kota Hiroshima dan Nagasaki?
Kita hidup di dunia dengan banyak perbedaan. Perbedaan suku, bangsa, warna kulit dan latar kehidupan yang beragam. Sedangkan saudara kembar saja, masih memiliki. Namun, manusia masih dapat saling hidup rukun, mengayomi, serta berbagi satu sama lain tanpa memandang latar belakang mereka. Bagaimana mungkin? Semuanya karena dilandaskan kekuatan kasih.
Pada dasarnya, kehidupan di dunia tidak lepas dari permasalahan, bahkan hingga kita telah berada dalam tanah. Permasalahan dapat seperti persahabatan yang hancur, atau kisah asmara yang sangat  romantis tiba – tiba putus begitu saja, dan juga perselisihan rumah tangga yang berakhir di meja hijau. Kita tidak dapat menampik semua hal buruk itu terjadi, tetapi  kita dapat mencegahnya. Mencegahnya dengan menggunakan kekuatan kasih. Misalnya, ketika kita berselisih pendapat, kita dapat mengalah dan menerima tanggapan orang lain. Hal itu merupakan salah satu bentuk kasih. Bentuk kasih lainnya, kita dapat menolong orang lain, atau menjaga kerukunan dengan agama yang berbeda. Bahkan memaafkan musuh, merupakan bentuk kasih yang diinginkan Tuhan. Tertuang dalam Matius 5 : 44 “Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”
            Lalu? Apakah kasih ada karena begitu banyaknya perbedaan? Atau karena permasalahan dalam hidup ini?
            Kasih adalah anugerah terbesar yang diberikan Tuhan kepada manusia. Kita dibersatukan bukan karena perbedaan. Ia memberi kasih, bukan karena permasalahan dalam hidup manusia. Tetapi karena Kristus sendiri telah datang sebagai sumber kekuatan kasih di antara kita. Ia adalah unsur yang mempersatukan segala perbedaan, dengan bukti pengorbananNya di kayu salib. Ketika Ia mengorbankan nyawaNya, itulah bukti sumber kasihNya. Kita ditebus dari dosa dan dapat menjadi manusia baru. Sehingga, sebagai orang pilihan Allah yang dikasihaniNya, kita harus mengasihi Allah dan sesama kita.
            Seringkali kita mengatakan bahwa kita mengasihi Tuhan, Allah kita, namun kita tidak sadar bahwa, kita tidak mengasihi sesama kita. Jika dipikir secara logika, bagaimana mungkin manusia mengasihi Allah, yang tidak terlihat, sedangkan kita sendiri tidak mau mengasihi sesama manusia, yang jelas terlihat nyata di kehidupan kita. Tanpa kita sadari, kita selalu bernyanyi, ikut pelayanan, dan aktif dalam organisasi kekristenan, tetapi kita tidak mau mengasihi sesama kita. Justru kita masih sering membenci, menceritakan keburukan musuh kita pada orang lain. Kita merasa bahwa hidup kita hanya cukup dengan menyenangkan hati Tuhan, tanpa perlu mengasihi saudara kita. Inilah pemikiran manusia yang salah terhadap kasih. Seharusnya, kita mengasihi sesama terlebih dahulu, barulah kita mengasihi Tuhan Allah kita.
            Mengapa demikian?
            Karena sesungguhnya, kasih yang kita berikan kepada sesama adalah bukti kita telah menerima Tuhan sebagai juruselamat, melalui pengorbananNya di kayu salib. Jadi, masihkah kita mengatakan mangasihi Tuhan, tetapi membenci saudara kita?
            Lalu bagaimana caranya mengasihi, sesama terlebih musuh kita?
            Banyak cara untuk mengasihi dan menunjukkan kekuatan kasih terlebih kepada musuh kita. Di dalam alkitab, tertuang cara agar kita hidup menjadi manusia yang dapat saling mengasihi.
1.      Tidak Membuat Perbedaan (Galatia 5 : 6)
Pada ayat ini dikatakan, bahwa kita adalah satu dalam Kristus yang telah ditebus. Tidak ada lagi perbedaan antara orang bersunat dan tak bersunat, atau perbedaan status sosial di dalam masyarakat (terjajah atau merdeka). Manusia yang telah menerima penebusan dalam hidupnya tidak akan membedakan sesama. Seperti Tuhan telah mempersatukan kita dengan penebusanNya di kayu salib. Sehingga segala perbedaan tidak akan ada lagi. Jadi, siapa yang membeda-bedakan sesamanya, berarti ia belum menerima penebusan Kristus dalam hidupnya.

2.      Saling Memaafkan (Matius 5 : 44)
Sifat teladan Tuhan adalah memaafkan dan mengampuni manusia berdosa. Ini adalah teladan Tuhan yang sangat sulit dilakukan manusia. Dalam ayat ini, kita diajarkan untuk mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Sebab kasih Tuhan adalah bukti pengampunanNya pada manusia. Lalu apalagi yang kita tunggu? Tuhan saja yang menciptakan manusia masih mau mengampuni, mengapa kita tidak?

3.      Menyebarkan kasih (Kolose 3 : 12)
Dalam ayat ini dikatakan “Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.” Pesan dalam ayat ini mengatakan bahwa kita harus mengaplikasikannya dalam hidupkita sebagai manusia yang telah tertebus di dalam kristus. Menerima saran dan memberi saran pada orang lain adalah salah satu bentuk kasih dari orang yang telah tertebus. Saat kita memberi nasihat itu berarti kita mempunyai rasa peduli kepada sesama, sedangkan saat kita mau menerima nasihat dari orang lain berarti kita memiliki sifat kerendahan hati untuk menerima saran atau masukan dari orang lain.

4.      Hidup Bersyukur (Kolose 3:17)
Bersyukur dalam kehidupan adalah menerima keadaan dengan hati yang bersukacita ketika kita menerima berkat maupun dalam pencobaan. Di saat kita bersyukur, berarti kita masih merasakan kasih yang diberikan oleh Tuhan dalam kehidupan kita. Bahkan saat pencobaan datang dan kita masih mampu bersyukur, itu menunjukkan rasa kasih yang diberikan Tuhan tidak berkesudahan.

5.      Menjadi Berkat Bagi Sesama (1 Korintus 13 : 3)
Ketika melakukan sesuatu, tanpa kita sadari, apa yang kita lakukan sia – sia dan tidak bermanfaat. Namun apabila kita melakukan  sesuatu dengan mempunyai kasih dalam diri kita,  maka kita akan merasakan manfaat dari apa yang kita lakukan. Apapun yang  kita lakukan bukan hanya untuk diri kita sendiri tetapi juga menjadi manfaat dan berkat bagi orang lain.

            Marilah kita saling mengasihi sesama kita, meskipun banyak perbedaan. Karena kita telah ditebus menjadi satu dalam Kristus dan kekuatan kasih Kristus, sungguh menyatukan yang berbeda. Kekuatan kasih menunjukkan bahwa kita telah menerima penebusan Yesus Kristus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Artikel

Cari Blog Ini